Ah, maaf ini merupakan journaling untuk hari-hari kemarin, aku ada sedikit kendala dalam login kembali ke website journaling ini.
Sabtu, 21 Februari 2026.
22.43
Aku sebenarnya cukup lelah dengan hari ini,
Setiap kali suatu kesempatan ada dihadapan ku, suatu yang begitu erat menjerat ku untuk tetap seperti siklus kebiasaan buruk(penundaan) ini.
Rasanya aku ingin menjerit pada diri ku sendiri. Aku pikir secara dalam ruh(kejiwaan dan mental), aku merasa semakin aneh(?) karena makin kesini aku gak bisa fokus pada hal prioritas, terlalu banyak bertindak, over thinking, dan beberapa hari ini aku sering sekali sakit kepala karena banyaknya internal konflik pada diriku(sepertinya ini sudah berlebihan), oleh sebab itu aku ingin belajar untuk menjadi "secukupnya" pada segala sesuatu siklus keinginan, perasaa, dan tindakanku.
Sering kali aku sudah capek bergelut, berdebar, dan memberikan diri sebuah label buruk(dan ini gak membantu apapun), namun keadaan ku saat ini seperti self harm pada mimpi-mimpi yang ingin ku capai(ini membuat ku takut jujur saja). Ada fase aku kembali terlena dan itu membuatku jatuh terlalu keras daripada bagaimana aku membangun segala suatu kebaikan ini, apakah memang seperti ini kah tantangan yang harus kuhadapi untuk berubah? baiklah akan aku emban tanggung jawab dari memilih untuk berubah menjadi lebih baik!
---
Tadi pagi aku sempat membaca buku Atomic Habits, mengenai siklus pembuatan kebiasaan: petunjuk, gairah, tindakan, hasil. Petunjuk sering kali kita temukan setiap harinya, tapi manakah yang membuat mu bergairah. Sering kali proses petunjuk itu bisa bergairah dari momen Aha seperti tidak sengaja menekan tuas untuk keluar dari kotak, panggilan diri, dan dari aspek lingkungan hidup juga berpengaruh.
Aku berpikir seluruh kebiasaan buruk ini telah menjadi otomatis sehingga cara agar aku keluar dari siklus setan ini adalah dengan hidup di dunia nyata secara sadar.
Karena selama ini aku terlalu sibuk pada skenario pada pikiran ku, aku terlalu berimajinatif dan mencoba menyelesaikan seluruh masalah meski konteks pada saat itu tidak benar(aku sering kali melamun di mata pelajaran tertentu dan membedah masalah keuangan suatu perusahaan besar itu sering kali mereka hadapi seperti apa, atau bagaimana kehidupan ideal yang ku impikan). namun ini semua akan sia-sia jika aku gak melakukan aksi bukan?
Jadi, ya, aku harus bisa menimbulkan barang-barang pemicu di sekitar ku. Aku harus bisa kembali ke realita sekarang juga sebelum kebiasaan buruk ini bisa membunuh ku sekarang juga.
You must be signed in to post a comment!