21.56 14.04
Jumat, 6 Maret 2026 — Minggu, 8 Maret 2026
hari ini aku mau bahas mengenai "godaan" karena selama 3 hari ini, aku sangat ingin membahas dan membedah mengenai topik ini.
saat aku menulis jurnal ini aku sedang sakit, bukan sakit parah. aku lagi sakit demam dan badan panas.
Disaat sakit menyerang. biasanya prokratinasi datang mengacaukan siklus pembaruan diri yang telah ku buat. sekarang(saat jurnal ini telah ku buka secara public) aku masih sakit namun hari ini imun badan ku cukup drop karena kegiatan bazar sekolah yang diadakan kemarin, sehingga hampir sepanjang hari aku merasa pusing dan sakit kepala ketika bangun tidur. ini bikin aku gak bisa fokus, dan berakhir terlena dengan berbagai macam hiburan pada internet.
Godaan sering kali akan selalu menjadi teman dan musuh bagi manusia itu sendiri, entah itu akan menjadi bahan bakar motivasi untuk mengumpulkan tugas dan mendapatkan nilai makalah lebih bagus dari yang lain, atau gairah yang justru begitu menyimpang dari norma sosial(Fetish aneh, PMO, dll). namun godaan ini seringkali terpicu dari efek kecanduan yang selama ini kita rawat dari siklus kebiasaan yang tidak disengaja atau disengaja. Dalam konteks ini, aku lebih membahas mengenai kencaduan gadget dan godaan doomscrolling atau godaan mengenai internet yang tidak baik lainnya.
Pernahkah kamu terjebak pada fase tidak bisa lepas dari Handphone mu? mungkin salah satu dari kalian yang membaca jurnal ini sudah punya pengalaman penggunan Handphone(atau perangkat lainnya seperti tablet, laptop, pc, dll) yang lebih dari 6 jam keatas. kalau mau fokus itu pasti gak bisa sepenuhnya karena pikiran dan fokus kita masih tergoda dengan banyak hal yang kita lihat di internet. kita pasti sudah sering melihat berbagai solusi untuk meredahkan kecanduan gadget ini, seperti: menggunakan handphone seperlunya saja, aktifkan mode deepwork pada hobby atau pekerjaan, dll. namun banya orang gagal memenuhi hal ini karena komitmen mereka untuk tidak kalah oleh godaan itu kurang.
jika ingin berperang dengan diri sendiri, maka kamu harus memperlakukan sisi negatif dalam dirimu sebagai teman toxic yang cukup kamu kenal dengan baik(agar kamu dapat mencegah adanya rasa menghakimi diri dalam segala sesuatu keputusan yang salah).
ketika sudah menganggap diri sebagai toxic yang kamu cukup kenal, maka langkah selanjutnya manusia sering menginginkan validasi atau rasa bangga karena kemenangan, ini ada dua aspek yang sering kali menjadi faktor bagaimana segala sesuatu perilaku kecanduan atau konsistensi terbentuk. maka dengan mengendalikan faktor kecanduan dan pengembangan konsistensi kearah yang benar dan sesuai dengan kebuthan kita, maka segala sesuatu yang niatan ingin kita perbuat tidak akan terlena oleh godaan.
---
baiklah akan aku lanjutkan mengenai penelitian atau pembedahan ini kedepannya. perlu ku pertegas bahwa jurnal aku bukanlah seorang spikologis atau salah satu bagian dalamnya, aku menulis penalaran ini berasal dengan asumsi, pengalaman, dan buku-buku yang aku baca, dan apa yang kurasakan mengenai topik pembahasan ini. tujuan dari pembuatan segmen penalaran dari membedah topik "godaan" dan "kecanduan" ini murni agar aku paham diriku dan menemukan formula perubahan diriku dari rasa aware. dan semoga pembaca yang membaca jurnal ini bisa mendapatkan suatu pembelajaran dari penalaran ku.
Kedepannya untuk jenis segmen membedah penalaran seperti ini aku akan melakukannya dalam jangka 2 - 4 hari tergantung dengan padat waktu dan penalaran yang ku lakukan, jadi tunggu saja pembedahan dari penalaran ini! ^^
You must be signed in to post a comment!