May 9, 2026

Candle Light: Termakan oleh Jiwa Sendiri

Sabtu, 09 Mei 2026

17.50

-----

Termakan oleh Jiwa Sendiri

⟫ Stefianne ⟪

-----

Aku lelah dengan pikiranku sendiri, mengapa? aku begitu banyak berpikir tentang kesalahan masa lalu hingga dada dan kepalaku menjadi sakit. rasanya sakit yang tak kunjung usai selama semalam dan sehari. kesalahan yang telah ku perbuat membuatku meragukan diri, di tambah dengan tugas dan tanggung jawab yang ku pikul semakin tinggi dan besar. rasanya lelah, aku bisa saja hancur dikalahkan oleh diriku sendiri. aku ingin hidup dengan sistem yang bekerja normal. aku ingin bisa menjadi diri yang tangguh dan tidak mengecewakan orang(terutama diri ku dan orang tua). aku gak mau mereka kecewa dan menangisi masa depan ku yang tidak pasti karena aku terus merusak diri ku sendiri, rasanya seperti termakan oleh jiwa sendiri.

aku menulis ini untuk memahami 'rasa' dan mengeluarkan rasa sakit di dada dan kepala ku agar tidak menjadi beban yang mempengaruh kedalam kinerja sistem ku hari ini. sehari ini aku masih di hantui oleh rasa ketakutan dan keraguan diri itu. pengalaman kemarin merupakan tamparan keras untuk ego ku. aku ingin merasakan diriku tanpa beban itu akan jadi seperti apa. aku tahu menyesali kejadian pada masa lalu itu tidak berfaedah, namun dampak dari masa lalu itu selalu menangis dalam diri. aku seperti termakan oleh jiwa yang ikut menangis. bedanya, ia menangis karena merasa tidak mampu menahan pengalaman buruk itu agar tidak mempengaruhi.

Beberapa hari ini sedang kehilangan seluruh gairah ku, mulai dari belajar, makan, ambisius, dan berkembang. kehilangan gairah ini lebih lelah daripada kegiatan fisik yang seharusnya melelahkan. aku seperti bergulat dalam diri ku sendiri, pikiran yang rasional dan ketakutan dari 'rasa' adalah pertarungan pribadi seumur hidup manusia.

aku benar-benar kelelahan, namun kelelahan ini akan selesai setelah aku memnuangkan segala sesuatu yang terbaik untuk hasil akhir.

satu-satunya catatan yang ingin au tinggalkan ada, fokuslah pada sesuatu yang dapat aku kendalikan. satu-satunya cara agar aku bisa tetap rasional. rasanya begitu menakutkan kehilangan kendali atas berbagai macam hal terutama jika kau memiliki kebiasaan atau sikap menjadi pemimpin.

segala sesuatu yang terjadi tidak seharusnya terlalu di bawakan kedlam perasaan terdalam(sayang sekali aku terjalu sensitif dan takut pada diri sendiri). jadi kendalikan apa yang bisa aku kendalikan ssat ini, biarkan tuhan membuat dunia ku dan lingkungan sekitarku untuk mengendalakikan diriku.

Written by Stefianne

0 Views
Log in to Like
Log In to Favorite
Share on Facebook
Share on Twitter
Comments

You must be signed in to post a comment!