╔══════════════════════════════════════╗
Until it Become Codex Journey - Entry #01
╚══════════════════════════════════════╝
"Hanya seorang ekānta, yang mampu membaca takdir dalam ātma-nya." - Stefianne
Language: Bahasa Indonesia
***
3
2
1
0
Mulai
❦ ❦ ❦
Question Harian:
Pilih 4 rute dari 8 tentakel yang ingin dipanjangkan
--------------------------------------------------------------------------------------------------- ❦ ---------------------------------------------------------------------------------------------------
****
Jawaban Terkunci,
Memulai Codex.
****
🐙
--------------------------------------------------------------------------------------------------- ❦ ---------------------------------------------------------------------------------------------------
🐙 I THE OBSERVER
"What have I seen?"
hari ini ada sesuatu yang terjadi kepadaku, bukan sebuah drama besar atau revolusi baru. ini adalah permasalahan yang terasa sepele namun dapat memecahkan perasaaan anda tergantung seberapa perasa diri anda, aku tidak akan menceritakan semuanya dari A - Z tapi pernahkah kamu merasa begitu merasa diuntungkan tapi rupanya kebaikan itu hanya semata-mata untuk satu pihak yang begitu diuntungkan? ya, ini yang sedang terjadi padaku hari ini. sebagian besar manusia yang pernah hidup setidaknya beberapa dekade pasti akan memiliki momen menyebalkan seperti ini.
aku mengamati bahwa momen yang sedang menimpaku ini adalah sebuah kebodohan karena terlalu polos mempercayai dan berharap akan mendapatkan kesempurnaan padahal itu sengaja tidak mereka berikan begitu saja karena mungkin tidak ingin mendapatkan nilai lebih rendah daripada diriku. aku masih diberikan kesempatan oleh tuhan dengan perantaranya adalah temanku yang mengoreksi lembar jawaban milikku, ia membantu dan membenarkan dengan apa dayanya. itu membuatku cukup respect dengannya karena ia melakukan itu tanpa pamrih secara langsung kepadaku. tapi teman sebangku kulihat adalah orang licik dalam ceritaku hari ini, mungkin aku harus menerima bahwa setiap orang melakukan ini karena didorong oleh kebutuhan untuk selamat dan mendapatkan hasil lebih baik daripada kekurangan yang seharusnya mereka timpa.
━━━━━━━━━━━━━━━ ❦ ━━━━━━━━━━━━━━━
🐙 II THE MiRROR
"What do I understand?"
Terkadang aku lupa bahwa manusia selalu mementingkan dirinya sendiri/egonya(biasanya untuk orang-orang yang memiliki ego tinggi) terlebih dahulu sebelum orang-orang yang mereka ikut sertakan dalam kepentingannya. mereka tidak sepenuhnya jahat karena insting bertahan hidup mereka aktif disaat-saat seperti ini, mereka juga melakukan segala cara untuk bisa menjadi lebih baik dalam mata pelajaran yang terbilang susah ini... meski itu adalah cara licik. ugh, ini bagian yang masih membuatku kesal karena masih belum bisa menerima fakta itu secara langsung, tapi aku juga harus punya kesadaran diri bahwa ini tidak akan terjadi bila aku punya persiapan lebih matang dan belajar lebih giat pada mata pelajaran ini. aku ingin menang dengan cara yang bersih. fakta ini harus lebih menarik untuk membuatku tidak jatuh dalam kebencian personal dengannya, karena kebencian itu justru terasa begitu kekanak-kanak jika aku pendam terus-terusan.
terkadang aku bisa khilaf dan melakukan kebodohan ini namun aku berharap dan ingin mencoba bahwa kelicikan dari kebodohan ini tidak membuat hatiku mengeras karena kebencian secara langsung. itu akan memotong relasi jauh lebih dasyat daripada apapun karena manusia hidup dengan beberapa kelompok yang akan mendukungnya karena ia baik kepada kelompok tersebut.
andai aku punya nyali lebih tinggi untuk dapat mengatakan bahwa ini menggangguku jika bisa kembali ke momen itu
✦ Aku Tidak perlu menjawab semuanya yang aku tahu.
Satu kalimat pun dapat menjadi awal kesadaran dan pengetahuan.
━━━━━━━━━━━━━━━ ❦ ━━━━━━━━━━━━━━━
🐙 III THE ARCHIVE
"What shall I carry forward?"
pada pagi hari menjelang siang itu, aku sedang berada dalam sebuah kelas dengan mata pelajaran yang sungguh penting bagiku. hari ini guru meminta kami para siswa untuk menukarkan lembar tugas + jawaban yang telah kami kerjakan selama sebulan ini. ini bukanlah mata pelajaran yang aku begitu kuasai, terkadang aku masih merasa buruk dalam mata pelajaran ini namun aku berusaha untuk dapat mengejar tertinggal dengan segala cara. aku bertukar jawaban dengan salah satu teman sebangku ku yang pindah tempat duduk dibelakangku karena mungkin ia sedang bosan duduk dengan ku(kebetulan ada bangku kosong dibelakang karena siswi yang memiliki bangku itu sedang tidak masuk di hari ini). ada beberapa hal yang membuatku kurang percaya diri dengan jawaban ku, untungnya aku dapat segera perbaiki itu dan tidak begitu buruk. teman sebangku ku mengajakku untuk kita bertiga(aku, dia, dan siswa yang duduk dibelakang bersama teman sebangkuku yang pindah tempat duduk sementara) untuk dapat membenarkan jawaban masing-masing dari diri kita. semuanya berjalan dengan lika-liku yang memdebarkan karena kami takut ketahuan menggantikan jawaban. tapi semua ketakutan itu menghilang ketika kita tidak sama sekali ketahuan.
ah, disini bagian agak sialnya. teman sebangku ku rupanya sungguh licik. aku memberikan lembaran jawabannya agar kerap ia bisa mengerjakan apa yang bisa ia selesaikan sebelum dipanggil namanya untuk menyetorkan nilai, namun rupanya ia juga memanfaatkan kepolosanku untuk dapat memalsukan nilai padahal ia tidak mengerjakan semua itu(masih ada yang kosong). ini kayak menyebalkan.
di sisi lain lembar jawaban milikku dikoreksi oleh teman ku yang rupanya memiliki titik integritas dan solidaritas yang hampir sama denganku. ia jujur akan beberapa kesalahanku, namun ia baik sekali membenarkan hal-hal yang aku salah/lewatkan sesuai dengan kemampuan/will powernya. tidak se licik teman sebangkuku. ia memberikan nilaiku dengan masih terbilang jujur + baik. akan tetapi ini rasanya masih menyebalkan ketika aku rupanya memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan seorang yang memanfaatkan kepolosanku untuk bertindak licik. ini lebih menarik perhatianku.
aku tidak perlu membawa rasa benci dan kesal ini terus menerus kepada teman sebangku ku, ini akan menjadi kenakan-kanakan bila aku tidak fokus memikirkan cara untuk lebih baik lagi agar tidak terperangkap kekelicikan yang sama. aku belajar bahwa harus bisa menjaga diri lebih baik lagi dan lebih tegas ketika kelicikan itu melewati batas yang selama ini telah kita lewati(maksudku, kalau kita udah melakukan sebuah larangan, jangan sampai kelewatan batas banget).
jadi kamu(versi dirku pada pagi menjelang siang hari itu), kamu harus mulai mempersiapkan diri dari hari kemarin-kemarin lagi untuk memastikan lembaran jawabanku benar dan tidak perlu bantuan receh yang rawan terkena manipulasi oleh orang-orang dengan insting licik begitu. kamu menjadi versi terbaik pada semester ini ketika kamu merasa tidak begitu tertekan bila orang-orang yang selama ini membantumu justru menjauh, karena pada akhirnya semuanya yang kamu miliki sekarang adalah hal yang sewajarnya harus kamu bisa semuanya, mereka adalah pembelajaran sementara yang ditugaskan oleh tuhan untuk membuka mindsetmu menjadi lebih baik lagi untuk berdiri dikaki sendiri.
✦ Ingatan tidak harus menjadi penjara.
Ia juga dapat menjadi arsip.
━━━━━━━━━━━━━━━ ❦ ━━━━━━━━━━━━━━━
🐙 IV THE FOX'S PATH
"What shall I do Next?"
aku tidak perlu menemukan jalan terbaik untuk balas dendam atau apapun itu, yang jelas momen ini memberitahukan ku untuk jangan terlalu mudah dibodohi oleh orang lain, aku satu-satunya cara adalah lebih pintar daripada kelicikan yang ia gunakan tanpa tidak lagi bergantungan kepadanya. aku harus belajar untuk bisa mengerjakan akademik ku lebih baik tanpa bantuan begitu sering darinya, ini aku lakukan dengan sediki demi sedikit mulai besok untuk langkah masa depan yang lebih baik.
jika aku tidak bergerak atau melakukan cara ini segera, aku dapat dibodohi lebih para lagi dan perasaanku untuk membutuhkannya lebih tinggi lagi daripada sekarang, aku harus jadi perempuan independent.
━━━━━━━━━━━━━━━ ❦ ━━━━━━━━━━━━━━━ ☾ THE ABYSS ☽ *No rules. No quest.*
Aku sangat ingin berteriak,
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.
ah... segmen ini yang terbaik. aku tidak mungkin bisa berteriak begitu panjang dan melengking di dunia nyata. 🫠
ini menyebalkan, ada beberapa tugas yang belum aku selesaikan karena aku menundanya dengan hal lain yang membuatku lupa dengan waktu.
aku akan lanjut mengerjakan beberapa hal yang dapat aku kendali untuk dapat selamat dari hari besok meski tersisa beberapa jam lagi sebelum menutup hari dengan tidur malam.
Let the tentacles wander.
━━━━━━━━━━━━━━━ ❦ ━━━━━━━━━━━━━━━
✦ CLOSING & Status ✦
Hari ini aku menemukan:
「 bahwa kebaikan gak selalu disertai dengan keuntungan, orang sering kali memperlakukan diri kita baik karena memang ada hal yang mereka rasa dapat menguntungkan mereka jika memiliki relasi dengan kita. 」
Hari ini aku meninggalkan:
「Rasa tidak puas terhadap diri sendiri, penyesalan karena kurang memberikan performa terbaik, namun aku langsung mencoba memperbaikinya meski itu membuatku sadar betapa kabut ini membutakan ku dengan kekurangan yang seharusnya tidak aku miliki, ini mungkin tidak akan terjadi bila aku memiliki ikatan lebih baik dengan diriku.」
Hari ini aku membawa:
「 rasa lelah, tugas yang menumpuk, rasa tertipu iming-iming baik tapi tidak begitu menguntungkan.」
Dan besok—
「 Aku ingin membawa rasa puas, tenang, tidak melakukan kesalahan kecil dengan tidak menyepelehkan hal-hal kecil.」
Most Active:
🐙
Motto:
*Observe deeply.*
*Adapt freely.*
*Create without fear.*
*Carry the past lightly.*
*Move forward deliberately.*
❦
**ONE MIND. MANY DIRECTIONS.**
**ONE SELF.**
Comments
Times shown in UTC
Stefianne
hallo semuanya, 👋
Mari kita coba memulai kebiasaan baik menulis ini.
You must be signed in to post a comment.