╔══════════════════════════════════════╗
Until it Become Codex Journey - Entry #00
╚══════════════════════════════════════╝
"Hanya seorang ekānta, yang mampu membaca takdir dalam ātma-nya." - Stefianne
Language: Bahasa Indonesia
***
3
2
1
0
Memulai kembali.
❦ ❦ ❦
Question Harian:
Pilih dari 8 tentakel yang ingin dipanjangkan (Maksimal 4 rute tentakel)
--------------------------------------------------------------------------------------------------- ❦ ---------------------------------------------------------------------------------------------------
****
Jawaban Terkunci,
Memulai Codex.
****
🐙
--------------------------------------------------------------------------------------------------- ❦ ---------------------------------------------------------------------------------------------------
🐙 I THE OBSERVER
"What have I seen?"
Aku belajar pembelajaran hidup paling dasar, pernahkah kalian merasa begitu lama menunggu dan sebaliknya orang yang kamu tunggu memberikan respon justru menunggumu?
Ini salah satu momen akward yang ingin aku ceritakan. beberapa hari yang lalu kami melakukan projek berjualan di lingkungan sekolah(ini adalah studi wajib, jadi kami memiliki surat dispensasi selama sehari penuh untuk berjualan dilingkungan sekolah), ada dua mata pelajaran ulangan yang kami lewatkan ketipa jadwal projek berjualan kami ini dilakukan, yaitu mata pembelajaran bahasa jerman dan pendidikan agama. untuk pendidikan agama ini ulangannya itu bersifat online, jadi kami harus meminta izin dulu kepada guru lalu nanti gurunya kasih link akses untuk ulangan susulan.
Sekarang kita masuk ke inti permasalahan, selama sehari penuh di waktu yang telah disepakati bersama dengan teman-temanku agar kita bisa ulangan susulan, aku menunggu kabar dari seorang guru pembimbing, tapi tanpa sepengetahuanku rupanya salah satu dari kami gak ada yang wa guru tersebut dan saling salah mengira bahwa salah satu temanku(kita sebut saja A dan B) ini yang menghubingi guru tersebut. tapi rupanya mereka tidak melakukan itu karena sibuk dengan organisasi sekolah.
Dan jika aku mengobservasi dari sudut pandang yang lainnya, guru ku pasti menunggu kami kapan siap. al hasil terjadi rantai sosialisasi yang saling menunggu satu sama lain. ini adalah cerita kocak sekaligus bodoh.
Ah, tapi ada sudut pandang lain yang menarik perhatianku. jika kita bedah, sebenarnya kejadian ini bisa dihindari dan tidak akan pernah terjadi. bisa kah kalian menebak terlebih dahulu apa jawaban yang ingin aku beritahukan? aku berikan kalian waktu 3 detik.
3
2
1
jawabannya adalah: inisiatif memulai komunikasi
selamat yang telah menjawab benar. 🥳
Terkadang aku lupa bahwa setiap manusia tidak dapat memahami dan menerawang langsung apa yang kita inginkan/maksud seperti seorang nenek sihir yang bisa membaca pikiran. gak semua orang tahu apa yang kita inginkan(dan ini baik, karena tidak semua orang ingin hidup dalam seluruh privasinya langsung ketahuan), bahkan setelah tahu pun belum tentu mereka akan memberikan atau menghargai apa yang kita maksud.
jadi tokoh yang mempengaruhi hariku saat ini bukanlah teman-teman ku atau bahkan guru, namun aku sendiri. butuh waktu beberapa jam dalam hari ini untuk aku mengakui bahwa aku bisa mencegah penungguan yang lama ini selesai, tapi inisiatif memulai komunikasi itu terasa menakutkan, aku begitu takut dengan kesiapanku sendiri("apakah aku sudah cukup baik untuk mengikuti tes?", "bagaimana jika nilainya tidak sesuai harapanku?"), pemikiran-pemikiran seperti ini seringkali membunuh rasa inisiatif, aku takut apakah keputusan yang ingin diambil ini adalah langkah yang tepat, hingga akhirnya ada orang lain yang memiliki kekuatan inisiatif yang lebih kuat daripadaku.
itu adalah temanku yang cukup pintar diatasku, yang memiliki kekuatan inisiatif untuk memulai komunikasi lebih kuat daripadaku. hingga waktu ini guruku sama sekali belum memberikan respon(ia terkenal sebagai guru yang cukup sibuk diluar profesi gurunya). ini sudah cukup malam jadi sepertinya ulangan susulanku akan dilaksanakan besok hari.
Apa yang terjadi?
Apa yang menarik perhatianku?
Hal kecil apa yang mungkin akan kulupakan?
Siapa atau apa yang memengaruhi hariku?
✦ Jika ingin yapping:
"Ceritakan kejadian hari ini dari sudut pandang seorang pengamat."
━━━━━━━━━━━━━━━ ❦ ━━━━━━━━━━━━━━━
🐙 II THE MiRROR
"What do I understand?"
aku berpikir, seringkali jika memang sesuatu itu adalah hal penting, kenapa kita tidak memberanikan diri bertanya daripada sesat dijalan?
Apakah sesusah itu berkomunikasi setelah hidup berdekade-dekade di dunia ini?
ini adalah kelemahan dasar manusia yang sering terjadi dan seolah-olah kesalahan-kesalahan seperti ini yang masih membuat kita terasa begitu manusiawi, aku ingin katakan bahwa kesalahan-kesalahan itu memang terasa bodoh, konyol, dan mungkin menyakitkan(tergantung seberapa fatal minimnya komunikasi itu). tapi aku rasa kita memang dibuat oleh tuhan sebagai makhluk yang lalai agar bisa menjadi manusiawi. pikiran ini bisa muncul oleh ku karena banyak orang dewasa yang menjadi lebih dekat dengan satu sama lain setelah berhasil menyelesaikan dan berdamai atas permasalahan kelalaian ini(umm, aku masih begitu muda untuk memahami pola pikir mereka yang sebenarnya, jadi kalian bisa koreksi pemikiranku ini, tua).
tapi kurasa memang sesusah itu berkomunikasi. aku sendiri juga sering blunder, terkadang aku tidak bisa menjelaskan dengan jelas apa yang aku inginkan dan terkadang orang lain tidak bisa memahamiku pada saat itu(manusia memang kompleks bukan?), apalagi inisiatif tidak sering kali datang, terkadang ada faktor lain seperti ketakutan internal dan kondisi eksternal yang membunuh inisiatif itu sendiri sehingga terasa sia-sia, tapi inisiatif itu sangat diperlukan dalam berkomunikasi agar tidak menciptakan rantai sosial yang saling menunggu, jadi setelah aku menulis bab ini, aku mulai merasa dan memahami rupanya ilmu komunikasi itu serumit ini...
tapi salah satu usaha kita agar tidak terlarut dalam kesalahan ini adalah untuk saling membuka diri, meski ada dari pihak yang ditanya ini gak mau membuka diri, tidak apa-apa. masih ada orang lainnya. tapi jika itu memang adalah orang penting? ...kebutuhanku saat ini jauh lebih penting, aku hidup di abad semua informasi bisa dicari secara daring, bila aku membutuhkan orang lain, aku saja yang perlu mencari orang tepat itu yang bisa di ajak bicara.
tidak semua orang bisa berguna setiap saat, waktuku lebih penting untuk membangun diri menjadi lebih baik, aku tidak boleh begitu bergantung pada seseorang. karena pada akhirnya kita memang diciptakan sebagai makhluk yang memiliki cacat logika dan minim empati dalam suatu kondisi(sekali lagi, justru kekurangan ini terasa membuat kita menjadi manusia), peradaban manusia mungkin tidak akan bisa bertahan sejauh ini jika tidak ada hukum yang ditegakkan. tapi tentu saja, jika kekurangan ini bisa diatasi, kita berhasil menjaga sebuah hubungan antar manusia yang lebih kuat.
ah, percakapan ku sepertinya mulai berputar-putar. aku masih belum yakin apakah ini adalah inti dari permasalahan hidup manusia dalam aspek komunikasi. aku bukan seorang yang bekerja pada bidang observasi atau seseorang yang sering ingin membaca hasil penelitian orang lain tentang manusia. aku merasa masih sangat dangkal untuk membuat sebuah kesimpulan yang tetap/mutlak. tapi aku yakin, aku pasti akan mengetahui jawabannya karena waktu hidup seseorang seringkali membuat dirinya makin bijaksana.
━━━━━━━━━━━━━━━ ❦ ━━━━━━━━━━━━━━━
☾ THE ABYSS ☽
*No rules. No quest.*
merancau bukanlah hal yang bagus di saat-saat sibuk seperti ini, aku mengalami beberapa kendala dalam mengupload entry hari ini. meski seharusnya aku akan mengupload series UBC(Until it Become Codex, haha aku pingin membuat singkatannya) journey - #04 pada hari ini, sepertinya aku harus menaruhnya pada hari besok karena aku tidak yakin bisa menguploadnya juga sekarang pada hari ini.
btw aku pingin bisa memperbaiki waku tidurku karena sepertinya ini menjadi salah satu faktor kuat mengapa energiku begitu kurang untuk menghadapi kesibukan pagi hingga sore hari. dan ugh, aku masih gak terbiasa dengan kehidupan orang dewasa... aku belum bekerja namun aku sudah ada di masa untuk memikirkan masa depan dengan lebih serius.
dan aku harus menghilangkan sikap merancau seperti ini.. aku mulai berpikir setelah #03 journey tentang series UBC ini, apakah ketikan ku sangat tidak memiliki nilai? ini membuatku berpikir lama karena aku gak mau menghabiskan banyak waktu untuk sesuatu yang tidak memiliki nilai.
aku kembali melakukan sesi jurnaling karena ingin membuat pikiranku lebih ringan, namun aku entah kenapa ingin membuat sesi series UBC ini menjadi sesuai yang bernilai. tapi hmmmm, sepertinya aku harus mengganggap series ini penting agar memiliki nilai.
Let the tentacles wander.
━━━━━━━━━━━━━━━ ❦ ━━━━━━━━━━━━━━━
✦ CLOSING & Status ✦
Hari ini aku menemukan:
「 kebodohan dan lucunya sekelompok manusia yang minim komunikasi. 」
Hari ini aku meninggalkan:
「 sepertinya aku hari ini tidak meninggalkan sesuatu untuk berubah, tapi jika aku harus berpikir keras. sepertinya aku meninggalkan overthinking ku yang mereda setelah menyelesaikan sesi jurnaling hari ini. 」
Hari ini aku membawa:
「 lega menyelesaikan tugas susah dari banyak tugas yang masih tersisa. 」
Dan besok—
「 aku ingin makan es krim sebagai self rewand ku menyelesaikan permasalahan dua hari ini. 」
Most Active:
🐙
Motto:
*Observe deeply.*
*Adapt freely.*
*Create without fear.*
*Carry the past lightly.*
*Move forward deliberately.*
❦
**ONE MIND. MANY DIRECTIONS.**
**ONE SELF.**
Comments
Times shown in UTC
No comments yet.
You must be signed in to post a comment.